Cerita Armada Laut Majapahit

Hantu Kapal Laut Majapahit – Nusantara dikenal sebagai negara maritim sejak masih menjadi kerjaan-kerajaan. Para Raja kerjaan kuno sadar dengan potensi laut Nusantara. Dalam catatan sejarah disebutkan bahwa Sriwajaya, Mataram Kuno (Medang Kediri), dan Majapahit adalah kerajaan yang mampu memeanfaatkan potensi maritim tersebut.

Kali ini akan saya membagikan cerita tentang kehebatan Kerajaan Majapahit dalam bidang kemaritiman. Dengan Judul Cerita dan Rahasia Hantu Laut Kerajaan Majapahit yang Disegani Lawan dan Kawan.

Seperti yang kita tahu bahwa Kerajaan Mongol dibawah pimpinan Kubelaikhan dari Dinasti Yuan masih merasa dendam dengan Jawa karena 2 kali kalah dipecundangi Jawa.

Pertama, ketika utusan mongol yang bernama mengchi. Mengchi dikirim ke Jawa untuk diplomasi, alih-alih diplomasi, Mengchi justru pulang ke Mongol dengan satu telinga yang terpotong. Selain itu, dahi Mengchi diberi cap tanda maling dengan besi panas.

Berdasarkan naskah yuansi yang berisi sejarah-sejarah Dinasti Yuan, 20.000-30.000 prajurit dikumpulkan dari berbagai pangkalan militer untuk menggepur Jawa yang kala itu dipimpin oleh Prabu Kertanegara, Raja Singosari.

Namun sayang, sesampainya di Jawa kerajaan Singosari telah runtuh akibat kudeta prabu Jayakatwang dari gelanggelang. Baca : Cerita Sejarah Runtuhnya Singosari Akibat Kudeta Jayakatwang

Keadaan tersebut demanfaatkan Dyahwijaya untuk mengajak Pasukan Mongol untuk menghancurkan kerajaan milik Jayakatwang.

Kedua, Mongol kembali marah kepada Jawa akibat diusirnya Mongol dari tanah jawa. keadaan tersebut menjadikan basis pertahanan Mongol yang berada di Kalimas (Surabaya) hancur dan memaksa Pasukan Mongol kembali ke tanah asalnya.

Serangan tersebut mengakibatkan 3.000 pasukan dan beberpaa jenderal besar pasukan Mongol gugur. Kekalahan tersebut membuat Kubilai-khan marah dan menghukum Jenderal Ikemise dan dua jenderal lainnya dengan hukuman cambuk serta mencabut semua harta kekayaan ketiga jenderal.

Ketika menyerang jawa, saat itu kubilai khan mengerahkan pasukannya dengan kapal yang kapasitasnya 30 penumpang. Kapal ini sangat kecil dibanding dengan kapal yang dimiliki Jawa era Mataram kuno.

Dalam riwayat kelantang yang dituturkan oleh Lontara Project Laga Ligu Fo Nusantara Project, Dikatakan, Duta kerajaan Jiaozhi yang sekarang dikenal dengan Anam Vietnam datang menghadap Raja Medang. Dihadapan Raja Medang duta ini meminta bantuan agar negaranya dibebaskan dari kedudukan Tiongkok. Raja Medang mnegabulkan permintaan tersebut, dan mengirimkan marinirnya secara besar-besaran. Pasukan ini merupakan pasukan gabungan jawa, Melayu dan Laos dengan melibatkan 5700 kapal. Sebuah parade besar yang mengerikan, diamana formasi kapalnya bagaikan jejeran pulau yang bergerak.

Kapal mengangkut bukan hanya marinir, namun juga kuda dan Gajah. Bisa kita bayangkan betapa besarnya kapal Medang kala itu. Betapa majunya teknologi maritim era Kerajaan Mataram kuno kala itu yang kapalnya bahkam mampu mengangkut pasukan perang, hewan perang, dan logistik lainnya.

Setelah menyeberangi teluk siam, perjalanan diteruskan lewat darat. Pasukan besar ini muncul dari arah pegunungan dan lantas menyerang Jiaozhi. Pertempuran besar antara Pasukan Jawa dengan pasukan Jiaozhi berlangsung selama 6 bulan lamanya. Dan akhirnya pasukan tiongkok menyerah kalah. Ternyata pasukan militer Dinasti Tang yang ditempatkan di Jiaozhi sangatlah besar hingga membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk ditaklukan.

Balik lagi ke cerita kekalahan mongol saat menyerang Jawa. Besar kemungkian pasukan kubilai khan yang berhasil kabur dengan naik kapal karena kekalahannya, tetap diburu habis oleh pasukan kapal militer Dyah wijaya dan para marinir Madura hingga menderita kergian yang cukup besar.

Kekuatan marinir Majapahit memang tidak bisa dianggap enteng. Terlebih diera Raja Hayam Wuruk, Raja muda yang progresif di masanya. Dalam berbagai konfrontasi, pasukan marinir Majapahit benar-benar menjadi hantu laut yang mengerikan. Kekaisaran Mongol dan kerajaan lainnya harus berfikir berkali-kali jika ingin memajukan armada kapalnya ke wilayah malaka yang kala itu berada dibawah perlindungan Majapahit. Saat itu, wilayah Jambi menjadi pangkalan armada barat Majapahit.

Diceritakan dalam Babat Melayu yang berbahasa kawi, Majapahit tercatat mengerahkan 1800 kapal, 300 ratus diantaranya adalah Kapal Jung Jawa yang setara dengan kapal induk pada era sekarang. Kapal Jung Jawa memiliki empat tiang layar yang semuanya terbuat dari papan yang berlapis lapis sehingga mampu menahan meriam portugis. Bahkan kapal portugis yang paling besar pun tidak ada apa-apanya dihadapan kapal Jung Jawa. Kapal Jung Jawa diperkiarakan memiliki bobot 600-1000 Ton, dengan panjang 313m – 391m yang kalau ditabrakkan ke kapal-kapal eropa akan langsung berantakan dan tenggelam.

Besarnya kapal Jung Jawa masih menang besar daripada kapal Induk Amerika “Great Republic” yang hanya memiliki panjang 101 Meter. Bahkan kapal titanic pun masih kalah karena hanya memiliki panjang 269M. Kapal pusaka Lakasaman Ceng Ho juga tidak ada apa-apanya karena hanya sepanjang 138M.

Saat berlayar, kapal Jung Jawa diiringi oleh kapal kapal kecil lain sebagai kapal penyerang dan pelindung kapal Jung Jawa. Hanya saja, formasi seperti ini tampaknya tidak digunakan oleh kerajaan demak yang memwarisi konsep kapal jung jawa, sehingga pasukan portugis dapat mengalahkan pasukan dan rombongan kapal Jung Jawa.

Menurut catatan, Kapal-kapal Era majapahit memiliki konstruksi rumit dan memiliki rahasia kontruksi khusus. Seluruh badan kapal disambung bukan menggunakan paku, melainkan dengan pasak-pasak kayu berukuran besar. Saking besarnya kapal Jung, kapal tersebut tidak bisa merapat ke dermaga, sehingga dibutuhkan kapal-kapal kecil untuk aktivitas bongkar muat.

Armada kapal Majapahit juag dilengkapi dengan berbagai macam senjata perang, seperti senapan, Meriam, Panahan, Mesiu dll. Semua senjata perang Majapahit dibuat sendiri di aderah Bojonegoro. Sementara mesiu dan armada kapal dibuat di daerah Lamongan. Bahan baku pembuatan kapal adalah kayu jati terbaik yang tumbuh selama ribuan tahun di hutan Jawa.

Cerita hebatnya armada laut Majapahit dihidupkan lagi oleh Soekarno, aramda laut era Soekarno sangat ditakuti seluruh Asia bahkan dunia.

2 comments
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *