Connect with us

Bahasa

Kaidah Penulisan Angka dan Lambang Bilangan Sesuai EYD

Avatar

Published

on

cara menulis angka dan lambang bilangan

Terdapat banyak kaidah yang harus diperhatikan dalam kegiatan menulis. setelah kemarin saya membahas Kaidah Menulis Kata Depan. kali ini saya akan menguraikan kaidah atau cara benar menulis angka dan lambang bilangan sesuai EYD Bahasa Indonesia

Sebelum kita masuk ke materi kaidah menulis angka dan lambang bilangan. Ada baiknya kita pahami dulu apa itu angka dan lambang bilangan. Agar pembahasan kita tidak melenceng dari batasan dari pengertian angka dan lambang bilangan.

Pengertian Angka dan Lambang Bilangan

Kata “bilangan” tidaklah asing di telinga pecinta ilmu matematika. Karena “bilangan” sendiri adalah sebuah konsep pada matematika yang digunakan untuk pencacahan dan melakukan pengukuran. Simbol atau lambang yang digunakan untuk mewakili “bilangan’ tersebut adalah Angka.

Dapat disimpulkan bahwa pengertian dari angka adalah sebuah simbol atau lambang yang berfungsi mewakili atau melambangkan sebuah bilangan. Pengertian angka dan lambang bilangan tidak dapat dipisahkan. Karena angka digunakan untuk menyatakan lambang bilangan.

Maka jika ada yang bertanya “apa perbedaan angka dan lambang bilangan?” Maka jawabannya adalah : angka merupakan simbol yang digunakan untuk menyatakan lambang bilangan.

Sedangkan lambang bilangan adalah sebuah lambang dari suatu bilangan. Dan simbol atau lambang yang digunakan untuk mewakili suatu bilangan disebut angka.

Jadi tidak ada perbedaan antara angka dan lambang bilangan. Karena keduanya saling keterkaitan.

Pemakaian Angka dan Lambang Bilangan

Kapan angka dan lambang bilangan dipakai? Untuk apa angka dan lambang bilangan dipakai? dan bagaimana cara menulis angka dan lambang bilangan? Sebelum lanjut ke kaidah, ada baiknya kita pahami dulu untuk apa penulisan angka dipakai.

Penulisan angka dipakai untuk :

  • Menyatakan lambang bilangan atau nomor. Lazimnya menggunakan menggunakan angka Arab (1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 0) atau angka Romawi (I, II, II, IV, V, dst,).
  • Menyatakan (i) ukuran panjang, berat, luas, dan isi, (ii) Satuan, Waktu, (iii) nilai uang, dan (iv) kuantitas. Misalnya :
(i) 0.5 centimeter 4 meter persegi 5 kilogram 4 liter
(ii) 1 jam 20 menit tahun 1928 pukul 15.00 17 agustus 1945
(iii) Rp 5.000,00 50 dolar amerika USS 3,50 10 pound Inggris
(iv) 2.000 rupiah Y 100 10 persen 27 orang
  • Melambangkan nomor jalan, rumah, apartemen, atau kamar pada alamat. Misalnya : Jalan Serang Lusi II No.69. Hotel Kute Central Park, Kamar 90
  • Memberi nomor bagian karangan dan ayat kitab suci. Misalnya :Bab II, Pasal 5, Halaman 17 Surah Yasin: 9.

Penulisan Angka dan Lambang Bilangan yang Benar Sesuai EYD

Setelah memahami pengertian dari angka dan lambang bilangan. Selanjutnya kita juga harus memahami kaidah penulisan angka dan lambang bilangan ynag benar yang sesuai dengan EYD bahasa Indonesia. Berikut cara menulis angka dan lambang bilangan.

Cara menulis angka bertingkat seperti dibawah ini :

  • Paku Buwono X
  • Pada awal abad XX
  • Dalam kehidupan pada abad ke-20
  • Di tingkat kedua gedung itu
  • daerah tingkat II itu
  • beb ke-2 buku itu
  • Pasal 5
  • di tingkat ke-3 gedung itu

Lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata, maka ditulis dengan huruf saja. Kecuali jika lambang bilangan tersebut digunakan secara beruntun, seperti dalam menulis perincian atau pemaparan, maka ditulis dengan angka.

  • Budi menonton drama itu sampai tiga kali
  • Diantara 72 anggota yang hadir, 52 orang setuju, 15 orang tidak setuju dan 5 orang memberikan suara blangko
  • Udin sholat malam sampai delapan rakaat
  • Kendaraan yang digunakan untuk mengangkut terdiri dari 10 sepeda, 5 becak, dan 2 mobil pick up

Lambang bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf, jika perlu susunan kalimat diubah sehingga bilangan yang tidak dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata tidak terdapat pada awal kalimat. Misalnya :

  • lima belas orang tewas dalam musibah banjir bandang
  • Acara tersebut mengundang 200 tamu

Penulisan lambang dengan huruf, dilakukan seperti dibawah ini :

  • Bilangan utuh. Contoh : Dua belas (12). Lima Puluh (50). Dua ratus dua belas(212)
  • Bilangan Pecahan. Contoh : Setengah (1/2). Tiga perempat (3/4). Seperenam belas (1/16). Tiga dua pertiga (3 2/3). Satu persen (1%)

Penulisan lambang bilangan yang berakhiran “an”, delakukan seperti dibawah ini :

  • Tahun 90-an atau ditulis Tahun sembilan puluhan
  • Uang 5.00-an atau ditulis Uang Lima ribuan
  • Lima Uang 1.00-an atau ditulis Lima Uang seratusan

Angka yang menunjukkan bilangan utuh yang besar dapat dieja sebagian supaya lebih mudah dibaca. Misalnya :

  • Perusahaan itu baru saja mendapatkan pinjaman 250 juta rupiah
  • Penduduk Indonesia berjumlah lebih dari 120 juta orang

Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus dalam teks kecuali di dalam dokumen resmi seperti akta dan kuitansi. Contoh :

  • Kantor kami mempunyai dua puluh orang pegawai
  • Di lemari itu tersimpan 800 buku dan majalah

Jika bilangan dilambangkan dengan angka dan huruf, penulisannya harus tepat. Contoh :

  • Saya lampirkan tanda terima uang sebesar Rp.999,75 (sembilan ratus sembilan puluh sembilan dan tujuh puluh lima perseratus rupiah)

Gambar oleh: Gerd Altmann dari Pixabay

Continue Reading
Advertisement
1 Comment

1 Comment

  1. Avatar

    Ajat

    Agustus 2, 2020 at 12:25 pm

    Wah saya suka banget sama artikel seperti ini, tentang kaidah – kaidah penulisan memang mengasyikan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bahasa

Pengertian, Fungsi, dan Manfaat Bahasa Dalam Pandangan Linguistik

Avatar

Published

on

Pengertian dan Fungsi Bahasa

albabbarrosa.com – Siapa yang tidak kenal dengan bahasa? adakah manusia di bumi ini yang tidak menggunakan bahasa sama sekali. Nyatanya tidak, semua manusia tentu menggunakan bahasa untuk berkomunikasi dengan kelompok mereka. Entah itu bahasa verbal atau bahasa isyarat.

Kita mungkin tidak mengerti secara mendalam tentang arti sebuah bahasa. Apakah kalian tahu apa pengertian, fungsi, dan manfaat sebuah bahasa? dan menjelaskannya dengan baik dan benar? Karena yang pasti kita tahu hanyalah bahasa adalah sebuah alat atau sistem untuk komunikasi. Itu benar sih.

Untuk itu kali ini saya akan membuat artikel yang menjelaskan tentang pengertian, fungsi, manfaat bahasa. Dalam menulis artikel kali ini, saya dibantu dengan 2 buku, Bahasa Indonesia dan Riset karya Dr. Moh. Rosyid dan Linguistik Umum karya Abdul Chaer.

Pengertian Bahasa Dalam Linguistik

Pengertian bahasa kalau dalam kajian Linguistik bisa beragam, Kata bahasa mempunyai banyak pengertian, arti dan batasan, hal tersebut tentu membingungkan. Coba simak beberapa kalimat berikut.

  • Dika belajar bahasa inggris, andy belajar bahasa korea.
  • Manusia mempunyai bahasa, sedang binatang tidak mempunyai bahasa.
  • Jangan bergaul dengan dia, dasar anak tidak tahu bahasa.
  • Kalau pak Ali mengajar bahasanya selalu dipenuhi kata daripada dan akhiran ken.

Pada kalimat pertama, kata bahasa menunjukkan pada bahasa tertentu, yaitu bahasa sebagai langue (language) (bahasa sebagi sebuah sistem bahasa). Pada kalimat kedua, kata bahasa menunjukkan makna bahasa pada umumnya, yaitu langage (bahasa sebagai alat komunikasi). Pada kalimat ketiga, kata bahasa menunjukkan arti ‘Sopan Santun’. Pada kalimat keempat, Kata bahasa menunjukkan arti ujaran atau parole (bahasa adalah sesuatu yang diujarkan).

Dari kalimat di atas kita mendapati kalau pengertian bahasa dibagi menjadi tiga yaitu; bahasa sebagai langue (language) (bahasa sebagi sebuah sistem bahasa), bahasa sebagai langage (bahasa sebagai alat komunikasi), dan bahasa sebagai parole (bahasa adalah sesuatu yang diujarkan).

Pengertian Bahasa Menurut Para Ahli

Lalu bagaimana kita menjawab pengertian bahasa sebagai sosok bahasa, bukan fungsinya. Simak pengertian bahasa menurut para ahli beriktu ini :

Pengertian Bahasa Menurut Kridalaksana

Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh para anggota kelompok sosial untuk bekerjasama, berkomuniksi, dan mengidentifikasi diri.

Menurut Ferdinand De Saussure

Bahasa adalah ciri pembeda yang paling menonjol karena dengan bahasa setiap kelompok sosial merasa dirinya sebagai kesatuan yang berbeda dari kelompok yang lain .

Menurut Wittgenstein

Definisi bahasa merupakan suatu bentuk pemikiran yang dapat dipahami, berhubungan dengan realitas, dan memiliki bentuk dan struktur yang logis.

Menurut Bill Adams

Bahasa adalah sebuah sistem pengembangan psikologi individu dalam sebuah konteks inter-subjektif.

Menurut Plato

Pengertian bahasa menurut Plato pada dasarnya adalah pernyataan pikiran seseorang dengan perantaraan onomata (nama benda atau sesuatu) dan rhemata (ucapan) yang merupakan cermin dari ide seseorang dalam arus udara lewat mulut.

Menurut Carrol

Bahasa adalah sebuah sistem berstruktural mengenai bunyi dan urutan bunyi bahasa yang sifatnya manasuka, yang digunakan, atau yang dapat digunakan dalam komunikasi antar individu oleh sekelompok manusia dan yang secara agak tuntas memberi nama kepada benda-benda, peristiwa-peristiwa, dan proses-proses dalam lingkungan hidup manusia.

Menurut Bloch & Trager

Pengertian bahasa adalah sebuah sistem simbol yang bersifat manasuka dan dengan sistem itu suatu kelompok sosial bekerja sama.

Menurut Carrol

Bahasa adalah sebuah sistem berstruktural mengenai bunyi dan urutan bunyi bahasa yang sifatnya manasuka, yang digunakan, atau yang dapat digunakan dalam komunikasi antar individu oleh sekelompok manusia dan yang secara agak tuntas memberi nama kepada benda-benda, peristiwa-peristiwa, dan proses-proses dalam lingkungan hidup manusia.

Menurut Sudaryono

Bahasa adalah sarana komunikasi yang efektif walaupun tidak sempurna sehingga ketidaksempurnaan bahasa sebagai sarana komunikasi menjadi salah satu sumber terjadinya kesalahpahaman.

Menurut H.G. Brown (1987)

Bahasa adalah suatu sistem komunikasi menggunakan bunyi yang diucapkan melalui organ-organ ujaran dan didengar di antara anggota-anggota masyarakat, serta menggunakan pemrosesan simbol-simbol vokal dengan makna konvensional secara arbitrer.

Menurut Kamus Linguistik (2001)

Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh para anggota suatu masyarakat untuk kerja sama, berinteraksi dan mengidentifikasikan diri.

Menurut Departemen Pendidikan Nasional / Depdiknas

Pengertian bahasa menurut Depdiknas pada hakikatnya adalah ucapan pikiran dan perasan manusia secara teratur, yang mempergunakan bunyi sebagai alatnya.

Terimakasih kepada zonareferensi | Pengertian Bahasa

Fungsi Bahasa

Menurut Dr. Moh. Rosyid, M.Pd., M.Hum. bahasa sebagai alat komunikasi mempunyai beberapa fungsi di antaranya ;

Fungsi Kognitif Bahasa

Fungsi kognitif bahasa adalah pengguna dapat menyampaikan isi fikiran. Fungsi tersebut tidak dapat perperan dengan maksimal tanpa mengkaji konsep bahasa, hal tersebut karena bahasa akan senantiasa berkembang dan mengalami perbuahan entah penambahan atau pengurangan perbendaharaan kata.

Sebagai Alat Komunikasi

Bahasa disebut sebagai langage karena bahasa mempunyai fungsi sebagai alat komunikasi. Bahasa sebaai alat komunikasi tentu terbentuk dari tahapan yang begitu lama hingga berkembang seperti saat ini. Perubahan tersebut dikarenakan kehidupan manusia yang begitu dinamis.

Sebuah alat tentu mempunyai sebuah sistem, untuk itulah bahasa disebut sebagai langue, yaitu bahasa sebagai sistem lambang bunyi. Bahasa terdiri dari unsur-unsur atau komponen-komponen yang seacar teratur tersusun menurut pola tertentu, dan membentuk suatu kesatuan.

Untuk Memahami Sesorang

Bahasa berkaitan erat dengan mental, karena itulah ada yang namanya psikolinguistik. Dengan belajar psikolinguistik kita bisa memahami, karakter, sifat, tujuan, seseorang dari apa yang diucapkan dan dari gaya bicaranya.

Untuk Sarana Pembelajaran

Ingatkah kamu dengan kalimat “Jika kamu ingin menguasai dunia, kuasai dulu bahasanya”. Nampaknya benar sekali kalimat tersebut. Saat ini banyak sekali bahasa yang bukan bahasa asli orang tersebut dipelajari. Bahasa inggris, bahasa china, bahasa jerman, bahasa jepang dan banyak bahasa lainnya yang dipelajri disetiap negara. Karena dengan menguasai bahasanyalah kita bisa menguasai ilmu pengetahuan dan informasinya.

Continue Reading

Bahasa

Kumpulan Puisi dan Sajak Chairil Anwar 1942-1949

Avatar

Published

on

Kumpulan puisi Chairil Anwar

albabbarrosa.com – Kumpulan Puisi dan Sajak Chairil Anwar. Halo pecinta Sastra Indonesia, baik pecinta Puisi, Syair dan Sajak dimanapun kalian berada. Sudah hampir satu bulan saya tidak update artikel nih hehehe.

Dan kali ini saya akan mengumpulkan sebuah karya sastra, kumpulan puisi dan sajak dari penyair terkenal era 90-an. Dia adalah penyair yang dijuluki “Binatang Jalang”. Siapa lagi kalau bukan Chairil Anwar.

Sekilas Biografi Chairil Anwar

Chairil Anwar merupakan salah satu penyair terkenal dari Indonesia. Sastrawan yang dijuluki “Binatang Jalang” Ini lahir di Medan, 26 Juli 1922 – meninggal di Jakarta, 28 April 1949 pada umur 26 tahun.

Chairil Anwar dijuluki “binatang Jalang” karena salah satu puisinya menggemparkan jagat sastra di indonesia, yaitu puisi yang berjudul “Aku”. ” Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang ” begitulah cuplikan dari puisi Chairil Anwar yang berjudul Aku.

Chairil Anwar merupakan putra satu satunya dari pasangan Toeloes dan Saleha. Ayah Chairil Anwar pernah menjabat sebagai bupati Indragiri Riau.

“Singa selalu terlahir dari singa” Chairil Anwar bukanlah orang biasa, karena dia masih punya ikatan darah dengan Soetan Sjahrir, Perdana Mentri pertama Indonesia.

Sebagai anak tunggal, orang tuanya selalu memanjakannya, namun Chairil cenderung bersikap keras kepala dan tidak ingin kehilangan apapun; sedikit cerminan dari kepribadian orang tuanya.

Pendidikan pertama Chairil Anwar di dapat dari Hollandsch-Inlandsche School (HIS), sekolah dasar untuk orang-orang pribumi pada masa penjajahan Belanda. Kemudian melanjutkan pendidikannya di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO).

Setelah perceraian orang tuanya, ketika Chairil Anwar menginjak usia 19 tahun.Dia dan ibunya memutuskan pindah ke Batavia (saat ini Jakarta). Dari kota inilah Chairil berkenalan dengan dunia Sastra dan memutuskan untuk menjadi seorang Seniman.

Biografi lebih lanjut bisa baca di Biografi Chairil Anwar

Bagi kalian yang ingin membuat puisi karena terinspirasi Chairil Anwar. Saya punya rekomendasi Diksi Indah untuk karya puisimu. Link ==> Diksi Indah Untuk Puisi

Kumpulan Puisi dan Sajak Chairil Anwar

Puisi Chairil Anwar Aku

Kalau sampai waktuku
Aku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak peduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi

Puisi Chairil Anwar Aku Berkaca

Ini muka penuh luka
Siapa punya?

Ku dengar seru menderu
Dalam hatiku
Apa hanya angin lalu?

Lagi lain pula
Menggelepar tengah malam buta

Ah..!!!

Segala menebal, segala mengental
Segala tak ku kenal..!!!
Selamat tinggal…!!

Puisi Chairil Anwar Diponegoro

Di masa pembangunan ini
Tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api

Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati

Puisi Chairil Anwar Doa

Kepada pemeluk teguh

Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namamu

Biar susah sungguh
Mengingat Kau penuh seluruh

Cahaya Mu panas suci
Tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

Tuhanku
Aku hilang bentuk remuk

Tuhanku
Aku mengembara di negeri asing

Tuhanku
Di pintu Mu aku bisa mengetuk
Aku tidak bisa berpaling

Puisi Chairil Anwar Krawang-Bekasi

Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
Tidak bisa teriak ‘Merdeka’ dan angkat senjata lagi
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami
Terbayang kami maju dan mendegap hati?

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.

Kami sudah coba apa yang kami bisa
tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan ati 4-5 ribu nyawa

Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan

Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan, kemenangan dan harapan,
atau tidak untuk apa-apa
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata.

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kenang, kenang lah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
Menjaga Bung Hatta
Menjaga Bung Sjahrir

Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian

Kenang, kenang lah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi

Puisi Chairil Anwar Maju

Bagimu negeri
Menyediakan api

Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditindas
Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai

Maju
Serbu
Serang
Terjang

Puisi Chairil Anwar Yang Terampas dan Yang Putus

Kelam dan angin lalu mempesiang diriku
Menggigir juga ruang di mana dia yang ku ingin
Malam tambah merasuk, rimba jadi semati tugu

Di Karet, di Karet (daerahku y.a.d) sampai juga deru dingin

Aku berbenah dalam kamar, dalam diriku jika kau datang
Dan aku bis lagi lepaskan kisah baru padamu
Tapi kini hanya tangan yang bergerak lantang

Tubuhku diam dan sendiri, cerita dan peristiwa berlaku beku

Puisi Chairil Anwar Hampa

Sepi di luar. Sepi menekan mendesak
Lurus kaku pohonan. Tak bergerak
Sampai ke puncak. Sepi memagut
Tak satu kuasa melepas renggut
Segala menanti. Menanti. Menanti

Sepi
Tambah ini menanti jadi mencekik
Memberat mencekung punda
Sampai binasa segala. Belum apa-apa
Udara bertuba. Setan bertampik
Ini sepi terus ada. Dan menanti

Puisi Chairil Anwar Senja di Pelabuhan Kecil

Ini kali tidak ada yang mencari cinta
Di antara gudang, rumah tua, pada cerita
Tiang serta temali.
Kapal, perahu tiada berlaut
Menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut

Gerimis mempercepat kelam
Ada juga kelepak elang menyinggung muram
Desir hari lari berenang menemu bujuk pangkal akanan
Tidak bergerak dan kini tanah air tidur hilang ombak

Tiada lagi. Aku sendirian.
Berjalan menyisir semenanjung
Masih pengap harap
Sekali tiba di ujung
Dan sekalian selamat jalan dari pantai keempat
Sedu penghabisan bisa terdekap

Puisi Chairil Anwar Kepada Kawan

Sebelum ajal mendekat dan menghianat
Mencengkam dari belakang ketika kita tidak melihat
Selama masih menggelombang dalam dada darah serta rasa

Belum bertugas kecewa dan gentar belum ada
Tidak lupa tiba-tiba bisa malam membenam
Layar merah berkibar hilang dalam kelam
Kawan, mari kita putuskan kini di sini
Ajal yang menarik kita, juga mencekik diri sendiri

Jadi
Isi gelas sepenuhnya lantas kosongkan
Tembus jelajah dunia ini dan balikkan
Peluk kucup perempuan, tinggalkan kalau merayu
Pilih kuda yang paling liar, pacu laju
Jangan tembatkan pada siang dan malam

Dan
Hancurkan lagi apa yang kau perbuat
Hilang sonder pusaka, sonder kerabat
Tidak minta ampun atas segala dosa
Tidak memberi pamit siapa saja

Jadi
Mari kita putuskan sekali lagi
Ajal yang menarik kita, kan merasa angkasa sepi
Sekali lagi kawan, sebaris lagi
Tikamkan pedangmu hingga ke hulu
Pada siapa yang mengairi kemurnian madu..!!

Puisi Chairil Anwar Cerita Buat Dien Tamaela

Beta Pattirajawane
Yang dijaga datu-datu
Cuma satu

Beta Pattirajawane
Kikisan laut
Berdarah laut

Beta Pattirajawane
Ketika lahir dibawakan
Datu dayung sampan

Beta Pattirajawane, menjaga hutan pala
Beta api di pantai. Siapa mendekat
Tiga kali menyebut beta punya nama

Dalam sunyi malam ganggang menari
Menurut beta punya tifa, pohon pala,
Badan perawan jadi hidup sampai pagi tiba

Mari menari!
Mari beria!
Mari berlupa!

Awas jangan bikin beta marah
Beta bikin pala mati, gadis kaku
Beta kirim datu-datu

Beta ada di malam, ada di siang
Irama ganggang dan api membakar pulau

Beta Pattirajawane
Yang dijaga datu-datu
Cuma satu

Puisi Chairil Anwar Persetujuan Dengan Bung Karno

Ayo! Bung Karno kasih tangan, mari kita bikin janji
Aku sudah cukup lama dengan bicara mu
Dipanggang di atas api mu
Digarami lautmu dari mulai tanggal 17 Agusutus 1945

Aku melangkah ke depan berada rapat di sisimu
Aku sekarang api, Aku sekarang laut
Bung Karno! Kau dan aku satu zat satu urat
Di zat mu, di zat ku kapal-kapakl kita berlayar
Di urat mu, di urat ku kapal-kapal kita bertolak dan berlabuh

Puisi Chairil Anwar Sebuah Kamar

Sebuah jendela menyerahkan kamar ini pada dunia
Bulan yang menyinar ke dalam mau lebih banyak tahu
Sudah lima anak bernyawa di sini, Aku salah satu

Ibuku tertidur dalam tersedu
Keramaian penjara sepi selalu
Bapak ku sendiri terbaring jemu
Matanya menatap orang tersalib di batu

Sekeliling dunia bunuh diri
Aku minta adik lagi pada Ibu dan Bapak ku
Karena mereka berada di luar hitungan
Kamar begini 3 x 4 terlalu sempit buat meniup nyawa

Puisi Chairil Anwar Rumahku

Rumah ku dari unggun timbun sajak
Kaca jernih dari luar segala nampak
Ku lari dari gedong lebar halaman

Aku tersesat tak dapat jalan
Kemah ku dirikan ketika senja kala
Di pagi terbang entah ke mana
Rumah ku dari unggun timbun sajak

Di sini aku berbini dan beranak
Rasanya lama lagi
Tapi datangnya datang
Aku tidak lagi meraih petang
Biar berleleran kata manis madu
Jika menagih yang satu

Puisi Chairil Anwar Sajak Putih

Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda
Sepi menyanyi

Malam dalam mendoa tiba
Meriak muka air kolam jiwa
Dan dalam dadaku memerdu jiwa
Dan dalam dadaku memerdu lagu
Menarik menari seluruh aku

Hidup dari hidupku, pintu terbuka
Selama matamu bagiku menengadah
Selama kau darah mengalir dari luka
Antara kita mati datang tidak membelah

Mungkin ini dulu puisi dari Chairil Anwar yang bisa saya Kumpulkan. Bagaimana? setelah membaca kumpulan Puisi Chairil Anwar apakah jiwa sastramu menjadi STONK???

Pantau terus web saya, untuk update artikel dan informasi lainnya. Terimakasih sudah berkenan membaca.

Continue Reading

Bahasa

Kaidah Penulisan Kata Depan Sesuai EYD

Avatar

Published

on

Penulisan kata Depan

Apa itu kata depan? Kata depan atau preposisi adalah kata yang berfungi untuk merangkaikan atau menghubungkan kata-kata atau kalimat dan biasanya diikuti dengan nomina atau pronomina. kata depan antara lain : di, ke, dari, pada.

Kesalahan penulisan kata depan kerap kali dialami oleh beberapa orang pengguna bahasa. Meski kesalahan penulisan kata depan tidak begitu mempengaruhi pergeseran makan sebuah kata. Tetap saja hal tersebut tidak sesuai dengan kaidah yang ada. Tentu sebagai pengguna bahasa yang baik kita harus mematuhi kaidah penulisan bahasa.

Untuk itu perlu adanya sosialisasi, karena nampaknya pembelajaran yang ada tidak selalu memberikan 100% pengetahuan. Bagi kalian yang masih bingung dengan kaidah penulisan kata depan. berikut albabbarrosa rangkumkan beberapa kaidah penulisan kata depan yang sesuai dengan Ejaan yang Disempurnakan.

Penulisan Kata Depan “di”

Kata “di” yang diikuti dengan kata yang menerangkan tempat, atau diikuti kata benda, maka penulisannya dipisah. Contoh :

  • Ia berada di rumah sejak kemarin
  • Aku di sana sedangkan sedangkan kamu di sini
  • Di suatu hari tanpa sengaja kita bertemu
  • Di buku itu kutuliskan sajak indah
  • Di kantin depan kelasku di sana kenal dirimu
  • Aku bergetar di hadapan raja agung sejagad

Kata “di” diikuti dengan kata kerja, atau kata lain yang bukan kata benda, maka penulisannya disambung. Contoh :

  • 2 kucing itu dipisah sejak kecil
  • Hp dani disita karena ketahuan main game saat proses kbm
  • Ini pesan apa koran sih kok dibaca doang
  • namaku ditulis di buku tentang orang yang paling berjasa
  • Film itu sudah ditonton jutaan kali di bioskop
  • rumah itu disegel oleh bank karena tidak bisa membayar hutang

Kata depan “di” jika diikuti dengan kata kerja yang bukan dari bahasa indonesia, atau kata yang disingkat, maka penulisannya dipisah dengan tanda (-). Contoh :

  • Agar performanya bagus, Komputermu perlu di-upgrade
  • Reihan di-DO karena tidak selesai meski sudah semester 14
  • Sebelum dicabut, flashdisknya harus di-eject dulu
  • pak ahmad baru saja di-PHK dari perusahaan rokok
  • Berkali-kali aku menelpon dia, tapi panggilanku selalu di-reject

Penulisan Kata Depan “ke”

Kata depan “ke” mempunyai fungsi yang hampir sama dengan kata depan “di”. Begitu juga kaidah penulisan kata tersebut hampir sama.

Kata depan “ke” yang diikuti dengan kata benda, atau kata yang menerangkan sebuah tempat, maka penulisannya dipisah. Contoh :

  • Pada hari minggu kuturut ayah ke kota
  • kakekku pergi ke tengah hutan untuk berburu
  • Andi pergi ke sebuah tempat yang terlarang
  • Udah ah, aku mau pergi ke rumah pacar dulu

Kata depan “di” jika diikuti dengan kata kerja, kata sifat, dan kata lain yang bukan kata benda, maka penulisannya disambung.Contoh :

  • Masalah tersebut akhirnya berkahir dengan jalan kekeluargaan
  • Kekhawatiranku terhadap kamu tidak bisa diatasi
  • Kepada sang merah putih hormat gerak
  • Maafkan aku atas ketidak tahuanku

Penulisan Kata Depan “dari”

kata “dari” penulisannya dipisah jika diikuti dengan kata benda atau kata yang menunjukkan sebuah tempat. Contoh :

  • Dari buku itu aku belajar tentang puisi dan syair
  • Dari kejauhan tampak seorang berbaju putih berjalan sempoyongan
  • Cintu itu dari hati turun ke mata
  • Kalau dari mata turun ke hati namanya suka
  • Puisi ini dari aku yang tersakiti oleh kenangan

Pada beberapa kata terntentu, penulisan kata “dari” disambung.Contoh :

  • Daripada diam di situ, mending ke sini gabung
  • darimanakah datangnya cinta?

Penulisan Kata Depan “pada”

Penggunaan kata “pada” berbeda dengan kata “di”. Kata “pada” biasanya diikuti dengan kata yang tidak diikuti kata yang bersifat konkrit maupun abstrak, yang tidak menunjukkan tempat. Adapun kaidah penulisannya sama dengan kata “di” hanya berbeda dalam pengunaannya saja. Contoh :

  • Pada saat itu saya sedang tidur
  • Pada akhirnya dia lulus
  • Pada siapa aku berharap
  • Padahal aku sudah memberitahunya
  • Mereka pada ngapain sih

Kamu bisa membaca artike tentang kaidah bahasa indonesia di PUEBI atau di badanbahasa.kemdikbud.go.id.

Demikian artikel tentang penulisan kata depan yang sesuai dengan EYD. Semoga membenatu dan menambah wawasan kalian. sampai jumpa di artikel berikutnya.

Sumber Gambar : Image by Free-Photos from Pixabay

Continue Reading

Trending